SANTO DOMINIKUS

Pendiri Ordo Dominikan

Di tepi Sungai Duero, kira-kira delapan puluh mil di sebelah Utara kota Madrid, terletaklah kota kecil bernama Caleruega. Bangunan-bangunan yang terbesar ialah menara puri abad kedua belas, sebuah gereja yang besaar dan sebuah biara.

Pada tahun 1170 lahirlah seorang putra Dominikus de Guzman, putra orang-orang bangsawan. Ayahnya bernama Don Felix seorang bangsawan yangb menguasai daerah-daerah sekitar puri. Ibunya bernama Dona Juana seorang yang sangat saleh. Ia digelari Beata oleh Paus Leo ke-12 pada tahun 1812.

Saudara dari Dominikus yang mengikuti Dominikus dalam perjalanan-perjalanan nya, mereka juga memilih untuk masuk Ordo Dominikan. Pada waktu itu, Ayah dan ibu Dominikus yang berkata sesuatu dengan sangat bangga pada Dominikus bahwa hal-hal yang istimewa akan terjadi pada dirinya, Dominikus akan diperkenankan oleh Tuhan untuk mengerjakan suatu tugas yang agung.

Dominikus yang dididik oleh ibunya sendiri hingga Ia mencapai usia tujuh tahun. Mulai dari situ semenjak Ia mendapatkan banyak didikan dari ibunya boleh dikatakan bahwa hidup Dominikus sudah mulai matang sejak masa mudanya.

Ketika berusia lima belas tahun Ia masuk ke Universitas di Palencia, yang terletak kurang lebih delapan puluh mil dari rumahnya. Dominikus yang memiliki banyak godaan di tengah-tengah kegiatan pembelajaran nya di Palencia, syukurnya Ia yang sudah menyiapkan diri untuk perjuangan nya, hatinya serasa dibakar terus oleh api cinta kasih Ilaahi untuk berjuang terus.

Dominikus yang benar-benar mengarahkan perhatiannya menuju tugas-tugas religius dan buku-buku pelajaran, Dominikus yang sangat gemar dengan buku-buku, dalam hal studi Ia mempunyai kemampuan yang besar. Ia yang menilai buku-buku sangat lah berharga. Buku-bukunya adalah satu satunya yang paling berharga yang ada padanya, tetapi dengan panggilan akan cinta kasih Ia rela menjual bukunya untuk membeli makanan bagi sesamanya yang terlantar dan kelaparan.

Waktu Dominikus berusia dua puluh tahun, bencana kelaparan yang hebat menimpa tempat tinggal Dominikus. Orang-orang yang kelaparan, berteriak ke sana sini untuk meminta makanan. Hati Dominikus yang tergerak untuk berbelarasa kepada sesamanya yang hampir mati kelaparan itu. Tanpa berpikir panjang dipergunakannya segala uang milik nya untuk membantu orang lain. Dengan ini Dominikus dapat menarik penduduk-penduduk agar mereka juga turut menyumbangkan berupa uang atau makanan untuk orang yang kelaparan.

Tahun 1195, saat yang Ia telah nanti nantikan akhirnya tiba. Dominikus ditahbiskan menjadi seorang Imam Tuhan, kini Ia merasa lebih bahagia dari sebelumnya, karena Ia bukan saja dapat menolong sesama dengan barang-barang duniawi, tetapi terlebih karena Ia dapat merebut jiwa-jiwa dari cengkreman iblis yang jahat.

Saat Ia semakin dewasa, ajaran kaum Albigen semakin merajalela. Beribu-ribu orang telah gugur dari iman mereka yang benar, dan dipaksa masuk ke dalam ajaran yang sesat itu. Karena kaum inilah banyak gereja dibinasakan dan munculnya perselisihan-perselisihan di mana-mana dengan hebat, sehingga tempat itu hampir rusak binasa karena kaum itu.

Hal ini membuat Dominikus menjadi sangat terpukul, maka Dominikus mengambil keputusan bahwa Ia akan berkhotbah dengan semangat yang berapi-api agar dapat menghantar kembali banyak orang kepada iman yang benar. Lalu dari situ ada beberapa orang yang mengikuti Dominikus untuk bersama-sama menyelatkan jiwa orang, Dominikus yang ingin belajar dengan sunguh sungguh agar Ia dapat lebih baik dari pada kaum Albigen

”Jangan kamu menangisi saya, sebab saya akan pergi ke tempat di mana saya akan dapat melaayani kamu sekalian dengan lebih baik. Berdoalah banyak kepada Tuhan.”

-Santo Dominikus-

Dalam hati Dominikus munculah suatu inisiatif baru, dia yang ingin sekali mendirikan suatu perkumpulan baru. Oleh sebab itu, Ia sendiri pergi menghandap Sri Paus untuk meminta persetujuan beliaau. “Bapa Suci,” katanya,” saya sangat ingin mendirikan suatu Ordo yang tugasnya kelak untuk berkhotbah dan mengajar.” Sahut Sri Paus:”Apakah kamu hendak menerangkan ajaran gereja? Tidakkah kamu tahu bahwa hak istimewa itu hanya diberikan kepada para Uskup?”

Lalu Dominikus menjawab:”Iya benar, Bapa Suci. Tetapi Uskup-uskup itu sangat membutuhkan bantuan dalam pekerjaan mereka. “Baiklah,” sahut Sri Paus, “pergilah dan berkhotbahlah! Tetapi sekarang ssaya belum memberikan izin tertulis. Itu akan saya buat jikalau kamu telah berhasil baik dalam usahamu.”

Dengan mendapat izin dari Sri Paus, Dominikus kembali ke Languedoc dengan membawa kabar gembira itu pada teman-temannya. Lalu mereka berpencar ke mana-mana untuk berkhotbah dan mengajar. Hasil nya banyak orang yang telah kembali kepada imannya yang benar.

Lalu Dominikus kembali pula ke Roma untuk memperoleh persetujuan Sri Paus bagi Ordonya yang baru. “Kami berdoa dan memberkati kamu,” tulis Sri Paus,” agar kamu berkhotbah mengenai Injil di mana saja.” Maka sejak waktu itu Ordo yang telah dimulai oleh Santo Dominikus itu disebut sebagai Ordo Pengkhotbah (OP).

Bukan saja persetujuan dari Sri Paus yang diperoleh Dominikus, Santo Petrus dan Santo Paulus yang juga menampakkan diri kepadanya dalam suatu penampakan. Oleh Santo Petrus diberikannya lah sebatang tongkatt, dan Santo Paulus member sebuah buku kepadanya. Dominikus mendengar kata-kata:”Pergilah dan berkhotbahlah, sebab untuk inilah Aku memilih engkau.”

Kota-kota Universitas di Eropa dikunjungi oleh mereka. Tujuan mereka yang utama ialah mengajar para mahaguru tentang agama. Para mahaguru yang sangat bangga karena mereka juga sudah berwibawa terhadap penduduk. Dengan demikian para imam yang dapat meluaskan pekerjaannya di mana-mana bahkan telah berpengaruh besar dalam banyak negeri di seluruh dunia.

Sekali peristiwa Santo Dominikus termenung-menung dan hampir putus asa, karena pada saat itu sukarlah mengetuk hati dan membuka mata orang Perancis Selatan, untuk kembali ke Iman yang benar. Ketika itu Santa Perawan Tersuci Maria menampakkan diri kepadanya dan memberikan Rosario. “Ada lima belas Bapa Kami, dan seratus lima puluh Salam Maria dalam rangkaian mawar yang kuberi kepadamu,” kata Maria

“Ucaplah itu setiap hari dan ajarkanlah orang-orang lain untuk mengucapkannya. Berkhotbahlah di mana saja mengenai hal itu.” Dominikus dengan sungguh-sungguh melakukan seperti yang dipesankan kepadanya oleh Perawan Tersuci Maria. Hasil nya tampak nyata sekarang, kaum Albigen yang makin lama makin hilang dan hampir lenyap sama sekali.

Tugas Santo Dominikus yang besar itu kini mencapai akhirnya, Dominikus yang sudah tidak sehat lagi nampaknya. Teman se Ordonya bertambah cemas dan gelisah, tetapi Dominukus yang selalu menghibur mereka. Katanya:”Jangan kamu menangisi saya, sebab saya akan pergi ke tempat di mana saya akan dapat melaayani kamu sekalian dengan lebih baik. Berdoalah banyak kepada Tuhan.”

Hari demi hari, waktu berjalan terus. Badan Dominikus yang semakin melemah. Akhirnya tepat pada 6 Agusttus 1221 jiwa Dominikus melayang ke hadirat Penciptanya. Beberapa tahun kemudian makam Dominikus dibuka, banyak tanda ajaib yang terjadi waktu itu. Hal ini memberi bukti-bukti nyata betapa murninya hidup Dominikus. Tidak lama kemudian Ia pun diberi Gelar Santo oleh Gereja Kudus.

Pesta Santo Dominikus yang diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Agustus.