Pulih Kembali untuk Melihat Dunia Sekitar Kita 

 

Oleh : 

 

29089418-364525764030215-4004107291761573888-n


Vincentius Satrio Damardjati 

Seminaris tahun keempat

 

 

 

Ambulatio
(Doc. Vale)
Seminaris sedang menyeberang jalan untuk kembali ke Seminari setelah melakukan ambulasi, Rabu (10/8/22).
 

 

 

MERTOYUDAN, JENDELA - Seminari Menengah Mertoyudan yang merupakan tempat pembentukan pribadi calon imam telah membuka belenggu masa pandemi dengan mengadakan kembali kegiatan ambulasi. Ambulasi ini bisa diartikan dengan berjalan-jalan ke luar kawasan Seminari pada hari tertentu. Ambulasi diberhentikan beberapa waktu karena kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang mengharuskan seminaris untuk isolasi. Pada hari Rabu, 13 Juli 2022, perizinan untuk melakukan ambulasi yang pertama kali di masa new normal ini pun diberikan.
Perizinan ini diberlakukan setelah dirapatkan oleh para staf dari Seminari secara intensif dengan memperhatikan berbagai kemungkinan dan standar kesehatan yang ada. Para seminaris diwajibkan tetap menggunakan masker selama berada di luar seminari. Bukan demi apa-apa melainkan untuk membangun imunitas komunal yang di era pemulihan setelah masa pandemi ini. Pengawasan untuk tetap mematuhi standar kesehatan dilakukan melalui kerja sama antar seminaris dan juga petugas keamanan yang menjaga pintu gerbang utama Seminari .


Merasakan Cahaya Fajar Meski Hari Masih Gelap

Kegiatan ambulasi yang mulai terbuka ini manjadi harapan baru bagi beberapa pihak, bahwa keadaan akan segera kembali normal. Berdasarkan apa yang telah diamati oleh penulis terdapat sejumlah seminaris yang menyambutnya dengan antusias, tetapi ada juga sejumlah seminaris yang merasa pesimis untuk mengikuti berbagai kesibukan yang akan datang di hari-hari berikutnya. Seiring berjalannya waktu apa yang awalnya adalah perkiraan menjadi suatu kenyataan, dimana berbagai kegiatan yang biasa dilakukan pada saat kondisi normal mulai diberlakukan kembali, seperti Minggu kunjungan yang diadakan setiap hari Minggu ke-2 pertama kali dilakukan pada tanggal 7 Juli 2022, kegiatan Promosi Panggilan, dan juga Hari Orang Tua (HOT) Kelas Persiapan Pertama (KPP) angkatan 111 dan Kelas Persiapan Atas (KPA) angkatan 108 pada tanggal 21 Agustus 2022.
Berbagai kesibukan benar-benar datang dengan adanya berbagai acara yang telah disebutkan di atas. Sejumlah seminaris memang merasa cukup kelelahan dengan keadaan yang perlahan-lahan kembali normal ini. Meskipun demikian mereka merasakan suatu semangat tersendiri untuk bisa berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Terkesan layaknya sesuatu yang saling berlawanan untuk merasa lelah namun bersemangat. Ini menjadi keunikan tersendiri yang dapat dilihat dalam pribadi masing-masing seminaris. Ini menjadi suatu tantangan tersendiri untuk menjiwai semangat HUT ke-77 RI untuk “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”. Semua tugas yang datang ini bisa menjadi sebuah pelatihan untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi layaknya seorang anak kecil.
Penulis yang mengamati berbagai kejadian mengiringi proses pemulihan kedaan ini turut tersulut semangatnya untuk melihat harapan yang muncul meski terang dari harapan tersebut belum menampakan rupanya. Sebagai generasi dari pandemi, banyak hal makin diperkuat bukan oleh kenyamanan belaka melainkan melalui tantangan dan tekanan yang datang dari waktu ke waktu. “Selayaknya burung yang menyambut fajar meski sang surya belum menampakan rupanya.”-Rabindranath Tagore. (VSD)

Leave a Reply

Your email address will not be published.